cerita berikut ini juga saya comot dari email, cerita yg sangat bagus menurut saya...
-----
Segelas Susu
Suatu hari, seorang anak laki-laki miskin, yang sehari-hari berjualan dari rumah ke rumah untuk membiayai kebutuhan sekolahnya, merasa lapar namun ia hanya mempunyai uang 10 sen di kantongnya. Ia memutuskan untuk meminta makanan di rumah berikut. Tetapi ia mengurungkan niatnya ketika dilihatnya seorang wanita muda yang cantik membukakan pintu. Ia hanya meminta air minum. Wanita itu melihat bahwa anak laki-laki itu tampak lapar dan memberinya segelas susu. Anak laki-laki itu meminumnya perlahan-lahan sambil bertanya, "Berapa aku berhutang kepadamu?"
"Engkau tidak berhutang sepeserpun" jawab wanita itu. "Ibuku selalu mengajarkan untuk tidak mengharapkan imbalan dari kebaikan."
Anak laki-laki itupun mengucapkan banyak terima kasih. Pada saat anak laki-laki yang kemudian diketahui bernama Howard Kelly, meninggalkan rumah itu, ia tidak saja menjadi kuat secara fisik, tetapi imannya kepada Allah dan sesama juga dikuatkan. Sebelumnya ia sudah hampir menyerah dan hampir meninggalkan Allah.
Beberapa tahun kemudian, wanita muda itu sakit keras. Para dokter umum sudah menyerah dan mengirimnya ke kota besar dimana para dokter spesialis dapat mempelajari penyakitnya yang langka. Dr. Howard Kelly juga dipanggil untuk mempelajarinya. Ketika didengar nama kota darimana wanita itu berasal, terlihat seberkas sinar di matanya. Segera ia bangkit menuju ke kamar wanita tersebut. Dengan mengenakan pakaian dokter, ia mengunjunginya dan langsung mengenalinya. Sekembalinya ke ruang dokter, Dr. Kelly memutuskan untuk melakukan yang terbaik untuk menyelamatkannya. Sejak saat itu, ia mencurahkan seluruh perhatian pada penyakit itu.
Setelah berjuang begitu lama, wanita itu akhirnya sembuh. Dr. Kelly meminta bagian administrasi untuk mengirimkan bon pembayaran kepadanya. Ia membaca bon tersebut, menuliskan sesuatu, dan mengirimkannya kepada wanita tersebut. Wanita itu merasa takut untuk melihatnya, karena yakin bahwa ia akan membutuhkan waktu seumur hidup untuk dapat membayarnya. Pada akhirnya dibacanya bon tersebut, dan sesuatu telah menarik perhatiannya. Pada bon itu tertulis...
"Telah dibayar penuh dengan segelas susu."
(Tertanda)
Dr. Howard Kelly.
Wanita tersebut hanya dapat menangis bahagia sambil berdoa: "Terima kasih Tuhan, karena kasihMu terpancar melalui hati dan tangan umatMu."
-----
best regards
=Payz TheXmagic=
Wednesday, May 30, 2007
Wednesday, May 16, 2007
Ibu....
Tulisan kali ini saya comot dari tulisan orang lain yg saya terima dari e mail saya. suatu tulisan yg saya harap dapat dijadikan pelajaran yang berharga buat kita.
suatu tulisan untuk wanita tercantik, terhebat dan tiada dua nya didunia ini, untuk ibunda saya tersayang...
-----
Jalannya sudah tertitih-titih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal dirumah jompo, karena kehadirannya tidak di-inginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya.
Disamping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yang belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahakannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya. Selain aib yang harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya.
Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yang ia dapatkan hanya cemohan, karena telah melahirkan seorang bayi haram tanpa bapak.
Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Tuhan dimana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love - Kasih. Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan diwaktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa dapatkan.
Terkadang ia harus menjahit sampai dengan jam dua pagi, tidur lebih dari empat jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, disamping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.
Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian sampai dengan makanan.
Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca diluaran sangat dingin sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang telah dikumpulkannya belum mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran dingin sekali, bahkan dalam keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja.
Sejak saat tersebut ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yang terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dalam keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yang tercinta.
Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya diluar kota. Disana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.
Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak di undang, bahkan kehadirannya tidaklah di inginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yang tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu.
Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya.
Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja disana. Dirumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai bibi pembantu dari keluarga tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.
Dirumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinyada daripada dirinya sendiri. Disamping itu sering sekali di bentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dalam kamarnya yang kecil dibelakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.
Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo. Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang pension yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.
Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Disamping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.
Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat dibawah nol dan salujupun turun dengan lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena diluaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi kerumah putrinya. Ia ingin betemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali.
Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus berjam-jam diluaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat dimana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada dalam keadaan sakit.
Setiba dirumah putrinya dalam keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata purtinya sendiri yang membukakan pintu rumah gedong dimana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia di tegor: "Kamu sudah bekerja dirumah kami puluhan tahun sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu dibelakang rumah!"
"Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena diluaran dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!" kata wanita tua itu. "Maaf saya tidak ada waktu, disamping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucapan putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu di tutup dengan keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis. Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih belas kesianpun tidak ada.
Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon dirumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon kekantor polisi, sebab dihalte bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!" Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.
Ibu saya tidak melek komputer, bahkan beliau seorang wanita yang buta aksara, tetapi untuk penulis pribadi beliau adalah wanita yang paling hebat, dimana sampai dengan detik ini penulis masih bisa belajar dari padanya. Belajar memberikan dan membagikan kasih tanpa pamrih dan tanpa lagas. Ibunya penulis menderita sakit kanker, tetapi ia tidak pernah mengeluh.
Tiap kali saya menelpon Ibu, pertanyaan standard selalu diajukan kepada saya: "Apa yang Ibu bisa bantu untukmu nak?" Ia tidak memohon untuk dirinya sendiri dalam doanya, yang ia utamakan selalu hanyalah kami anak-anaknya! Ia selalu mendoakan kami siang dan malam.
Maka dari itulah untuk penulis, Ibu saya adalah wanita yang tercantik sejagat raya, melebihi daripada Michael Preifer walaupun ia barusan saja terpilih oleh majalah People sebagai wanita tercantik sedunia untuk tahun 1999. Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga.
Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dalam setahun.
Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja " sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu. Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah.
Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita? Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.
When Mother prayed, she found sweet rest, When Mother prayed, her soul was blest;
Her heart and mind on Christ were stayed, And God was there when Mother prayed! Our thanks, O God, for mothers
Who show, by word and deed, Commitment to Thy will and plan And Thy commandments heed.
A thousand men may build a city, but it takes a mother to make a home.
----
cepatlah cari telepon, cepatlah pulang, cepatlah hubungi...
surga di bawah telapak kaki ibu...
best regards
=Payz theXmagic=
suatu tulisan untuk wanita tercantik, terhebat dan tiada dua nya didunia ini, untuk ibunda saya tersayang...
-----
Jalannya sudah tertitih-titih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal dirumah jompo, karena kehadirannya tidak di-inginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya.
Disamping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yang belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahakannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya. Selain aib yang harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya.
Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yang ia dapatkan hanya cemohan, karena telah melahirkan seorang bayi haram tanpa bapak.
Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Tuhan dimana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love - Kasih. Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan diwaktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa dapatkan.
Terkadang ia harus menjahit sampai dengan jam dua pagi, tidur lebih dari empat jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, disamping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.
Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian sampai dengan makanan.
Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca diluaran sangat dingin sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang telah dikumpulkannya belum mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran dingin sekali, bahkan dalam keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja.
Sejak saat tersebut ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yang terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dalam keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yang tercinta.
Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya diluar kota. Disana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.
Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak di undang, bahkan kehadirannya tidaklah di inginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yang tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu.
Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya.
Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja disana. Dirumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai bibi pembantu dari keluarga tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.
Dirumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinyada daripada dirinya sendiri. Disamping itu sering sekali di bentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dalam kamarnya yang kecil dibelakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.
Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo. Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang pension yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.
Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Disamping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.
Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat dibawah nol dan salujupun turun dengan lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena diluaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi kerumah putrinya. Ia ingin betemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali.
Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus berjam-jam diluaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat dimana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada dalam keadaan sakit.
Setiba dirumah putrinya dalam keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata purtinya sendiri yang membukakan pintu rumah gedong dimana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia di tegor: "Kamu sudah bekerja dirumah kami puluhan tahun sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu dibelakang rumah!"
"Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena diluaran dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!" kata wanita tua itu. "Maaf saya tidak ada waktu, disamping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucapan putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu di tutup dengan keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis. Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih belas kesianpun tidak ada.
Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon dirumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon kekantor polisi, sebab dihalte bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!" Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.
Ibu saya tidak melek komputer, bahkan beliau seorang wanita yang buta aksara, tetapi untuk penulis pribadi beliau adalah wanita yang paling hebat, dimana sampai dengan detik ini penulis masih bisa belajar dari padanya. Belajar memberikan dan membagikan kasih tanpa pamrih dan tanpa lagas. Ibunya penulis menderita sakit kanker, tetapi ia tidak pernah mengeluh.
Tiap kali saya menelpon Ibu, pertanyaan standard selalu diajukan kepada saya: "Apa yang Ibu bisa bantu untukmu nak?" Ia tidak memohon untuk dirinya sendiri dalam doanya, yang ia utamakan selalu hanyalah kami anak-anaknya! Ia selalu mendoakan kami siang dan malam.
Maka dari itulah untuk penulis, Ibu saya adalah wanita yang tercantik sejagat raya, melebihi daripada Michael Preifer walaupun ia barusan saja terpilih oleh majalah People sebagai wanita tercantik sedunia untuk tahun 1999. Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga.
Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dalam setahun.
Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja " sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu. Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah.
Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita? Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.
When Mother prayed, she found sweet rest, When Mother prayed, her soul was blest;
Her heart and mind on Christ were stayed, And God was there when Mother prayed! Our thanks, O God, for mothers
Who show, by word and deed, Commitment to Thy will and plan And Thy commandments heed.
A thousand men may build a city, but it takes a mother to make a home.
----
cepatlah cari telepon, cepatlah pulang, cepatlah hubungi...
surga di bawah telapak kaki ibu...
best regards
=Payz theXmagic=
Sunday, April 22, 2007
KeYAKINan, KePERCAYAan, etc (Metafisik)

KeYAKINan (METAFISIK)
Kekuatan daari keyakinan, kepercayaan amatlah besar...
sangat besar...
hanya karena keyakinan bahwa dia mencintai seseorang, orang tersebut rela melakukan apapun untuk yg
dicintainya.
karena yakin dan percaya pada kata kata provokator...kerusuhan dapat terjadi. bentrokan, penjarahan...
karena yakin pada keimanannya, seseorang dpt mencegah dirinya untuk tidak membunuh, mencuri, dan
perbuatan jahat lainnya...
karena keyakinan dan kepercayaan, orang dpt merasakan sesuatu, dpt kehilangan sesuatu dsb...
Faktor "believe" ini dpt digunakan untuk membantu diri sendiri maupun orang lain.
jika faktor "believe" ini sdh ON,....
Dengan seolah olah memasukkan penyakit ke dalam telur. si penderita penyakit dpt merasakan bahwa
dirinya sembuh.
Dengan meminum, makan atau memakai "sesuatu" orang merasa dirinya bertambah cantik, berwibawa,
memiliki kesaktian dsb...
prinsip keyakinan dan kepercayaan inilah yg dipakai dalam metafisik...
pasti pernah liat, dengan nempelin "susuk" untuk kecantikan, dia nanti akan terlihat lebih menarik dan
cantik.
pengobatan dengan "memasukkan" penyakit ke dalam telur, sehingga pada saat telur di pecahkan ada darah
hitam kotor disana.
dengan memakai cincin batu permata, dia merasa bahwa kekuatannya bertambah, lebih berwibawa dsb...
dan lucunya, klo anda termasuk ke salah satunya, salah satu orang yg memakai susuk, jimat dan
semacamnya, hanya anda HANYA berbasis pada keYakinan ini. sesaat setelah anda membaca tulisan saya
ini. Ilmu dan kemampuan yg ada pada diri anda akan HILANG begitu saja...
gak percaya? silakan di test, apa kemampuan anda masih ada atau tidak???
Bagaimana dengan anda?
Manfaatkan kekuatan keyakinan dan kepercayaan anda untuk hal hal yg berguna bagi anda dan orang
sekitar anda yg anda sayangi.
semoga, dpt memberikan sedikit pencerahan bagi anda semua.
best regards
=Payz the X magic=
Tuesday, April 10, 2007
Sunday, April 8, 2007
just some story...
ada sedikit pengalaman gua.....
waktu itu kurang lebih 3-4 tahun yg lalu, gua berkesempattan untuk jalan jalan ke Las Vegas, tempat para pejudi dan penghibur berkumpul lah. Gua nginep di sebuah hotel yg ga gede gede amat lah, gak tau hotel apaan.
Di hotel itu kebetulan ada cafe dan casinonya, nah, gua masuk ke cafe dan casino ini dan enjoy hiburan disana, gua maen beberapa game, dan mayan deh hehehe, dpt $500 kali...
setelah beberapa permainan, gua capek dan kebelet, hahaha, buset, kebanyakan minum dan udara AC yg mayan dingin bikin kebelet, kebetulan di sudut ruangan ada BAR dan kebetulan lokasi toilet ada disitu, karena udh kebelet ya gua ke toilet deh, dan cerita ini dimulai,...
gua lg jalan mo ke wc, tiba tiba ada orang yang narik tangan gua dan bilang SIT HERE...
orang ini pake topi model koboi gitu, sebagian wajahnya ketutup ama topinya, cm bagian mulutnya aja yg keliatan...
trus dia tunjukin 1 deck kartu remi ama gua. dan cm bilang... play it...
Gua masih agak bingung dan kaget (sampe lupa klo kebelet)...gua ambil kartunya dan kocok kocok kartunya, cutting, flourish dsb.Tau taunya dia ambil dengan agak kasar dan lempar 1 deck kartunya ke meja,tau taunya deck kartunya ilang, cm tinggal 3 kartu doang di atas meja.
Dia ambil kartunya, dan tunjukin ke gua, 2 kartu joker, dan 1 kartu as... dia senyum misterius dan bilang. let's play a game of life...
you'll win if u can find this ace... dan dia kocok kartunya ditangan dia dan nanya, FOR $100, WHERE IS THE ACE???
gua bilang, on the TOP!
dia balik kartu paling atas, it's JOKER, YOU LOST!!! dan $100 gua beralih ketangan dia... hiks...
dan dia lanjutin. for you only, coz you my guest... i'm not gonna shuffle this card. u have 2 choises... now, for $100, WHERE IS THE ACE....
gua jawab, in the MIDDLE !!!
dia balik kartu yg ditengah, it's JOKER, YOU LOST AGAIN!!! sambil ketawa dia ambil $100 gua...hiks...
now, for the LAST CHANCE... i'm not gonna shuffle this card. for last $100, WHERE IS THE ACE???
gua ketawa, u'r very kind, the ace is on the BOTTOM...
dan dia balik kartu terakhir ini, and it's JOKER!!! YOU LOST AGAIN!!!...
sambil ketawa dia ambil lagi duit gua...
dia kemudian bilang. coz YOU're my special guest, for you only, i change this game... NOW, FOR $100, just find the JOKERS!!!
gua ketawa, dan bilang, OK, i accept that. the Jokers is on the MIDDLE!!!
dia balik kartu yg tengah, dan... IT's ACE!!! You lost again...
AGAIN!!!... for Last $100, WHERE'S the JOKERS... dan gua jawab, ON THE TOP!!!... dan dia balik kartu yg atas...and... IT'S JOKER AGAIN!!!
sambil ketawa dia ambil semua sisa uang gua...
Gua muak, gua kesel dan gua marah. Gua gebrak meja nya dan bilang YOU're CHEAT!!!
dia senyum dan bilang, ok my friend... now for the last game, and i will give back all of your money if you win this time...
dia buka, satu persatu kartunya...
THIS IS THE ACE... 1 kartu dia simpen di meja
and THIS IS THE JOKERS... 1 kartu dia simpen lagi dimeja...
and if you CAN GUESS this last card... you'll have your money back....
gua senyum dan bilang. IT's JOKERS...
dan dia balik kartu yg terakhir... IT'S CARD OF DEATH!!!
my friend...
there's a lot things that happen in this life...
u cannot always win...
sometime u will lost...
as long you have some conviction,
just believe that,
and always do the best for your life
" banyak yg terjadi di kehidupan kita
kita tidak selalu menang
terkadang kita akan kalah...
tapi selama kita punya keyakinan,
yakin lah pada keyakinan itu,
dan selalu berbuatlah yang terbaik untuk kehidupan kita"
this boring story is bring for you to remind you... we didn't live forever...
ps: off course this is fiction story from my gambler routine :)
best regards
=Payz the X magic=
Friday, March 30, 2007
Monday, March 5, 2007
cerita dibalik mistis
ngomong ngomong soal beginian, jadi inget dgn cerita cerita dan beberapa pelajaran, petuah dsb dsb yg gua pribadi terima dari "orang tua", kakek, nenek, dsb dsb.
dan jadi inget jg dengan penjelasan pak ferdy ttg "perumpamaan".
orang-orang jaman dulu (ntah semua atau tidak, tp saya berasal dari daerah jawa, dan klo yg saya tangkep spt ini)
mereka menjelaskan dan mengajarkan sesuatu hal itu byk banget perumpamaannya atau lebih tepat disebut, kiasan. jadi ya jangan diterima secara gamblang. tangkap inti dan maksud dibalik itu semua, dan Foillaaa.... kita maju lebih depan daripada yg plek plek menerimanya.
ada beberapa hal yg saya pribadi ga setuju waktu mendengarkan "kiasan" ini. tp jika ditelaah lebih lanjut. intinya atau nilai nilainya sangat baik. mengajarkan kita bersikap, berfikir, kembali kepada Nya, menghargai alam dsb dsb.
seneng banget klo denger cerita cerita kakek ttg jaman dulu seperti apa. cerita kejawen ttg alam, cerita ttg kembali kepada alam dsb dsb.
hehehe...
gua rasa tidak perlu berdebat dgn mereka. krn prinsipnya sama, hanya bahasanya berbeda. intinya, sammmaa...
kecuali klo pembodohan sdh mulai dilakukan....yg ini yg gua ga setuju. layani...atau tidak...terserah anda.. :)
best regards
=Payz the X magic=
dan jadi inget jg dengan penjelasan pak ferdy ttg "perumpamaan".
orang-orang jaman dulu (ntah semua atau tidak, tp saya berasal dari daerah jawa, dan klo yg saya tangkep spt ini)
mereka menjelaskan dan mengajarkan sesuatu hal itu byk banget perumpamaannya atau lebih tepat disebut, kiasan. jadi ya jangan diterima secara gamblang. tangkap inti dan maksud dibalik itu semua, dan Foillaaa.... kita maju lebih depan daripada yg plek plek menerimanya.
ada beberapa hal yg saya pribadi ga setuju waktu mendengarkan "kiasan" ini. tp jika ditelaah lebih lanjut. intinya atau nilai nilainya sangat baik. mengajarkan kita bersikap, berfikir, kembali kepada Nya, menghargai alam dsb dsb.
seneng banget klo denger cerita cerita kakek ttg jaman dulu seperti apa. cerita kejawen ttg alam, cerita ttg kembali kepada alam dsb dsb.
hehehe...
gua rasa tidak perlu berdebat dgn mereka. krn prinsipnya sama, hanya bahasanya berbeda. intinya, sammmaa...
kecuali klo pembodohan sdh mulai dilakukan....yg ini yg gua ga setuju. layani...atau tidak...terserah anda.. :)
best regards
=Payz the X magic=
Subscribe to:
Posts (Atom)

